Minggu, 18 September 2011

Studi Temukan Baju Baru Mengandung Racun!

Studi Temukan Baju Baru Mengandung Racun!





BAGI penggila belanja terutama busana baru, Anda layaknya berhati-hati. Sebuah penelitian menyebutkan, busana baru ternyata mengandung racun.
Studi yang disiarkan lewat greenpeace.co.uk, menemukan beberapa bahan tekstil yang mengandung etoksilat nonilfenol (NPEs), bahan kimia yang secara efektif dilarang pada industri manufaktur pakaian di Eropa. Zat ini dapat pecah dalam air dan membentuk zat beracun nonilfenol (NP), yang bisa mengganggu hormon manusia.

Beberapa merek busana yang ditemukan mengandung zat tersebut yakni Abercrombie & Fitch, Adidas, Bauer Hockey, Calvin Klein, Converse, Cortefiel, Gap, H & M, Lacoste, Nike, Phillips-Van Heusen Corporation (PVH Corp), dan Puma.

Juru kampanye kelompok Greenpeace, Yifang Li, mengatakan etoksilat nonilfenol (NPEs) umum digunakan sebagai bahan detergen dalam industri termasuk produksi tekstil alam dan sintetis.

Ganggu

"NPEs akan memecah dan membentuk nonilfenol yang beracun, kuat, dan mengganggu hormon," kata Li, seperti dikutip dari Greenpeace.co.uk, belum lama ini.

"Zat ini mengganggu dengan meniru hormon perempuan, mengubah perkembangan seksual, dan memengaruhi sistem reproduksi." Komponen NPEs juga telah terlibat dalam ‘feminisasi’ ikan jantan di Eropa dan mengganggu hormon beberapa mamalia, papar kelompok kampanye WWF.

Greenpeace menyatakan zat itu dapat ditemukan pada 78 sampel pakaian bermerek yang sebagian besar dibuat di China, Vietnam, Malaysia, dan Pilipina.

"Bahkan pada kadar rendah, ini merupakan ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia," kata Li.

Nike dan Puma memang telah sepakat menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya itu pada 2020, namun Adidas belum, menurut jurubicara Greenpeace Vivien Yau.

Sementara itu, Adidas Hong Kong belum memberikan tanggapan apa pun terkait masalah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar