Minggu, 18 September 2011

tugas IMF dari smeindonesia.com


Kemarau Memperbesar Kemiskinan di Kediri
 
KEDIRI – Fakta menyebutkan, musim kemarau yang berkepanjangan belakangan ini mengancam bertambahnya masyarakat miskin (maskin) di Kabupaten Kediri. Terutama di dua kecamatan, yaitu Wates dan Mojo. 
Data yang dihimpun memang menyebutkan angka kemiskinan di Kabupaten Kediri, bisa dikatakan lebih baik. Tahun 2010, jumlah warga miskin berkurang sebesar 2.395 penduduk dari angka kemiskinan pada 2009 yang besarnya mencapai 111.688 penduduk. Namun pada kenyataannya di Kecamatan Wates dan Kecamatan Mojo, jumlah warga miskin malah bertambah.
Di Wates, angka kemiskinan bertambah sebesar 303 penduduk dari jumlah kemiskinan sebesar 6.252 penduduk pada 2009. Kemudian  menjadi 6.555 penduduk miskin pada akhir 2010. Kecamatan Puncu yang bertambah sebesar 61 penduduk, dari semula 6.078 penduduk di akhir 2009 menjadi 6.139 penduduk di akhir tahun 2010.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Kediri, Edhi Purnomo, menjelaskan, peningkatan angka kemiskinan di dua kecamtan yang dinilai lebih tinggi, lebih disebabkan karena faktor iklim atau cuaca hingga mengakibatkan penduduk kekeringan dan ancaman gagal panen. Dari pengamatan Humas, bertambahnya kemiskinan di kedua kecamatan itu akibat kegagalan panen dan akibat cuaca serta iklim yang mengakibatkan kekeringan di daerah mereka.
Sementara itu, penanggulangan kemiskinan di Kota Kediri, mendapat sorotan tajam DPRD. Kinerja Tim penanggulangan kemiskinan (TPK) Kota Kediri masih belum maksimal. Jmlah warga miskin Kota Kediri pada 2010 tercatat sekitar 10 ribu kepala keluarga (KK). Pada 2011 tercatat sekitar 11 ribu KK. Ini berarti ada kenaikan sekitar seribu keluarga miskin dalam kurun waktu satu tahun.
Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, Erita Dewi, mengatakan, peningkatan angka kemiskinan menjadi bukti, jika Pemkot Kediri gagal menjalankan program yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. Selain banyaknya pembangunan, proyek fisik juga mengakibatkan terbengkalainya program yang tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan. “Ada perencanaan yang salah dan priorotas anggaran yang kurang tepat,” katanya.
Menurut dia,  upaya penanggulangan kemiskinan dinilainya belum optimal karena kinerja Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan tidak berjalan baik. Selama ini dewan belum pernah menerima laporan program kerja Tim Percepatan. enanggulangan Kemiskinan. “Kami sangat prihatin dengan kondisi perekonomian warga miskin, padahal sudah banyak program-program untuk kesejahteraan rakyat namun tidak dilaksanakan dengan baik.” lanjutnya.
Masih kata Erita penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana serta bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat. Ia juga juga meminta Pemkot Kediri memprioritaskan program pelayanan dasar untuk warga. gim

Pendapat saya:
kasus di atas merupakan kemiskinan yang terjadi di akibatkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan melanda di Kediri, bahkan bukan di sana saja yang mengalami musim sperti itu, hampir sluruh kab/kota di pulau jawa, sehingga terjadi peningkatan jumlah warga miskin di indonesia, mengapa demikian? Beberapa contohnya ialah:
  1. Beberapa orang yg berprofesi sebagai petani akan mengalami kerugian besar,karena kemarau yang panjang melanda daerahnya, sehingga banyak petani gagal panen.
  2. Beberapa orang yang berternak ikan,juga merasakan akibat dari musim ini, karna kurangya volume air dalam kolam sehingga banyak ikan yang mati dan gagal panen total.
  3. Dan warga stempat banyak mengalami penyakit,karena kurangya air bersih dan teriknya panas matahari.
Maka dari itu pemerintahlah yang berperan untuk melakukan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau ini jika sewaktu waktu akan melanda di daerah.Dan para kepala daerah
harus melakukan program-program untuk keselamatan warga di daerahnya, agar tingkat kemiskinan dapat di minimalisir dan kesehatan warga terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar